Bung Karno Menangis Disana

2010
09.07

Bung karnoo…. Presiden termuda yang pernah memimpin Indonesia… jika ditanya apa jasa beliau bagi bangsa ini??,, mungkin jika dibukukan satu catatan sejarah saja tak cukup ditulis dalam waktu satu minggu… jasa beliau sangatlah banyak dan tentunya sangat berbekas di hati setiap rakyatnya tak hanya bagi rakyat yang hidup pada era beliau, namun juga pada rakyat indonesia yang hidup pada era sekarag bahkan pada masa yang akan datang…

Inilah salah satu pencitraan dari peribahasa “Harimau mati meninggalkan belangnya. Manusia mati meninggalkan belangnya” walaupun raga beliau tidak nampak lagi namun nama Bung Karno akan selalu digaungkan oleh sejarah. Suatu catatan kebanggan bagi bangsa Indonesia. Setelah tiga setengah abad lamanya bangsa ini dibawah kuasa bangsa lain. Bukanlah waktu yang sebentar, sangatlah lama bahkan hanya sekedar untuk dibayangkan. Selama 350 tahun dalam genggaman bangsa lain, tanpa kebebasan, tanpa pendidikan, anpa kesejahteraan, bahkan tanpa kebahagiaan. Mengeluarkan keringat untuk bangsa lain, raga pun sudah tinggal tulang tak ada daya untuk melawan. Ada!! ada juga yang dalam kesejahteraan dan kemewahan dengan berkhianat pada bengsa sendiri bersekongkol dengan para penjajah dan koloni-koloninya, memakan dagig saudara sendiri, melihat darah yang keluar dari peluru senapan yang menembus daging saudara mereka. Tapi tidak bagi mereka yang setia pada bangsa ini walau keringat dan harta telah terkuras, namun tidak ada kata untuk berkhianat. Hanya dapat berujar dalam hati “adakah seorang pemberani yang dapat mengeluarkan kami dari semua penderitaan ini”. itulah yang dapat saya gambarkan pada era penjajahan.

Munculnya Bung Karno dan pahlawan-pahlawan lain membawa cahaya terang bagi mereka yang merindukan kemerdekaan. Bak fatamorgana di tengah padang pasir menemukan sebuah oase yang dapat membasahi keringnya kerongkongan. Tapi itu bukanlah fatamorgana itulah kenyataan dan tercatat dalam sejarah hingga akhir kiamat nanti. Segala upaya telah dilakukan oleh para pemuda bangsa ini mendobrak segala keterbatasan yang ada, pendidikan, kemewahan, kebahagian, kesejahteraan satu persatu dapat diraih. Pada puncaknya adalah KEMERDEKAAN. Setelah melalui berbagai diplomasi, perdebatan, bahkan adu urat syaraf pun sempat terjadi antara golongan tua dan golongan muda. Atas desakan dari golongan muda yang sudah sangat rindu akan kemerdekaan, jadilah pada tanggal 17 Agustus 1945 dikumandangkannya proklamasi kemerdekaan Bangsa Indonesia sekaligus menunjukkan pada dunia bangsa yang lemah ini dapat berdiri tegak tanpa bayang-bayang negara lain.

Berbagai pengakuan dari dunia akan kemerdekaan ini pun bermunculan dari berbagai penjuru dunia. Saat itu Indonesia bak anak macan yang telah menunjukkan taringnya. Bahkan kemerdekaan Indonesia lebih dahulu daripada bangsa lain yang mengaku serumpun dengan bangsa kita. Dalam tempo yang singkat bahkan dalam hitungan jam persiapan kemerdekaan dapat ditangani oleh bangsa ini.

Namun…. Coba sejenak kita lirik para pemimpin kita di gedung DPR sana. Saat rapat paripurna banyak bangku kosong tanpa penghuni. Bisa dihitung berapa anggota dewan yang hadir pada saat rapat, bahkan tak salah Almarhum Gusdur memberi mengatakan DPR sebagai parodi Taman Kanak-Kanak… Pertengkaran kerap terjadi di DPR dimana masing-masing individu bergerak atas nama parpol bukan RAKYAT.. Tak hanya itu, kemarin dalam waktu dekat ini, DPR mengajukan permohonan agar gedung nya di renovasi dengan penambahan berbagai fasilitas yang mewah. Kenapa tak sedikit pun keluar wacana reovasi pinggiran rumah di kali ciliwung atau di bawah kolong jembatan atau penambahan rumah gratis bagi ekonomi kebawah??,, Dengan alasan agar maksimal kerjanya. Maka sebegitu perhitungannyakah DPR dalam menyampaikan aspirasi untuk Rakyat??,, Lalu dimana fungsi DPR yang selalu diajarkan ketika Sekolah Dasar “DARI RAKYAT OLEH RAKYAT DAN UNTUK RAKYAT”???… Mirisss memang jika Bung Karno melihat kondisi ini…

Kondisi lainnya adalah ketika kita dipermalukan oleh negara yang mengaku serumpun dengan Indonesia. Kejadiannya belum lama ini, Negara tetangga yang seakan tidak pernah puas mengambil harta “Negara Saudaranya” selalu memancing adu domba satu sama lain. Pemerintah pun seakan tak berdaya tidak pernah mengambil tindakan tegas atas peristiwa yang telah melecehkan bangsa ini. Para pemimpin hanya mengambil jalan diplomasi tidak seberani Almarhum Soeharto yang pernah menarik Dubes Indonesia untuk Malaysia dan Australia. Tak seberani Bung Karno yang dengan lantang menyuarakan “GANYANG MALAYSIA”…

Maaf Bung Karno kini macan tersebut sudah ompong… keberaniannya lapuk dimakan harta dan waktu…
Semoga muncul pemimpin baru yang sanggup membawa perubahan dan berani mengaum di hadapan dunia serta menunjukkan taringnya kepada bangsa lain.. Ya!!! dan Pemimpin itu adalah kami…. Kamilah yang akan membawa perubahan kearah yang lebih baik… Jangan takut Bung Karno disini ada Kami… para pemuda Indonesia…